Ground Breaking Pembangunan Bendungan Sidan Penuhi Kebutuhan Air dan Berpotensi Jadi DTW

Ground Breaking Pembangunan Bendungan Sidan

Penuhi Kebutuhan Air dan Berpotensi Jadi DTW

 Guna memenuhi kebutuhan air baik dari segi kuantitas dan kualitas terutama bagi masyarakat Sarbagita atau Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, Pemerintah Provinsi Bali kembali membangun bendungan seluas 82,73 hektar berlokasi di tiga wilayah kabupaten. Demikian disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat menghadiri peresmian dimulainya pembangunan (Groundbreaking) Bendungan Sidan, di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (4/4/2019). Pembangunan bendungan tersebut ditargetkan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Gubernur Bali Wayan Koster yang dalam kesempatan itu didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ir. Hari Suprayogi dan Kepala Balai Wilayah Sungai Bali Penida, Airlangga Mardjono, lebih jauh menjelaskan, air sebagai kebutuhan dasar di Bali tak hanya dibutuhkan untuk rumah tangga dan industri, tapi juga memiliki manfaat penting untuk mendukung industri pariwisata. “Penyediaan kebutuhan air ini merupakan program strategis kami dan telah kami siapkan rencana induk pengelolaan air di Bali yang salah satu isinya adalah memetakan seluruh sumber air di seluruh Bali,” katanya.

Kedepannya, gubernur memastikan pengelolaan sumber air harus dilakukan secara bersinergi antara Kementerian PUPR, Provinsi Bali, serta pemerintah kabupaten/kota di Bali. “Mari kita bersatu dan jangan lagi terpecah-pecah, terutama dalam hal penyediaan lahan sehingga bendungan selesai sesuai rencana dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Airlangga Mardjono menyebut, pesatnya pertumbuhan penduduk dan pembangunan di Bali menyebabkan kebutuhan air baku semakin bertambah, serta akibat meningkatnya kebutuhan air domestik berimbas pada kekurangan air bersih, sehingga Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida terus berupaya membangun sejumlah bendungan di Bali, salah satunya bendungan Sidan ini.

Bendungan tersebut diproyeksikan setinggi 68 meter dengan kapasitas tampung sebesar 3,82 juta meter kubik dan diperkirakan mampu menyediakan air baku sebesar 1.570 liter per detik untuk daerah layanan Sarbagita. Disamping juga memiliki potensi pembangkit listrik sebesar 0,65 megawatt, serta berpotensi sebagai daerah tujuan wisata (DTW) dan konservasi sumber daya air. Luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan ini seluas 82,73 hektar. Terdiri dari 168 bidang tanah di lima desa, yaitu Belok Sidan (Badung), Buahan Kaja (Gianyar), Mengani, Bunutin, dan Langgahan (Bangli).

“Bendungan Sidan menelan biaya senilai Rp.829 miliar dengan pelaksanaan pembangunan selama empat tahun dengan anggaran bersumber dari APBN Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air serta Balai Wilayah Sungai Bali Penida,” katanya. *** NuansaBali.com (Tim).

Facebook Comments