Bupati Mas Sumatri Lepas Parade Budaya Meriahkan Hardiknas Tahun 2019

Bupati Mas Sumatri Lepas Parade Budaya

Meriahkan Hardiknas Tahun 2019

Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri, melepas iring-irangan parade Budaya dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Pendidikan Nasional ke 111 tahun 2019, di Depan Taman Kota Jagat Karana, Kamis (2/5). Pelepasan ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur menyongsong perubahan di dunia pendidikan, khususnya di Karangasem, menuju ke arah lebih baik.

Amlapura (Nuansa Bali). Dalam kesempatan itu, Bupati Mas Sumatri juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sang Suami, I Gusti Made Tusan yang berulang tahun bertepatan dengan peringatan Hardiknas. Sebagai ungkapan rasa bahagianya, Ia juga mengundang masyarakat yang memiliki tanggal ulang tahun sama di moment istimewa itu. Masyarakat yang beruntung juga mendapat bingkisan khusus dari orang nomor satu di Kabupaten Karangasem itu.

Hari Pendidikan Nasional 2019 ini kata Bupati Mas Sumatri, Pemerintah berkomitmen untuk terus berikhtiar membangun pendidikan. Sejak tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Karangasem telah meluncurkan salah satu program unggulan di Bidang Pendidikan yaitu Kartu Karangasem Cerdas yang menyasar seluruh siswa kurang mampu. KKC bertujuan untuk meniadakan drop out dan putus sekolah anak Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama agar Program Wajib Belajar Sembilan Tahun tercapai, selain juga untuk pembangunan pada penguatan SDM.

Di sinilah peran dan tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan semakin besar. Dengan pendidikan yang berbudaya, dipercaya dapat menjawab tantangan internal dan eksternal, seperti gejala tergerusnya ketajaman akal budi dan kekukuhan mentalitas anak didik.

Sejauh ini, Pemkab Karangasem melalui Disdikpora Karangasem telah melaksanakan program Guru ‘Menyapa Siswa dan Menjemput Siswa’. Program guru menyapa siswa dilaksanakan baik di pagi hari saat siswa baru datang, maupun siang hari saat siswa akan pulang. Disamping itu pula, untuk tahun 2019 ini, untuk mengurangi angka putus sekolah, Disdikpora mencanangkan program Guru Menjemput Siswa, bagi siswa yang tidak sekolah atau ada tanda-tanda akan putus sekolah.

Program ini dilaksanakan di seluruh Satuan Pendidikan dalam mendukung program Nawacita Presiden serta pelaksanaan Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Program ini mengamanahkan, gerakan pendidikan di bawah tanggung jawab satuan pendidikan untuk memperkuat karakter peserta didik melalui harmonisasi olah hati, olah rasa, olah pikir, dan olah raga dengan pelibatan dan kerja sama antara satuan pendidikan, keluarga, dan masyarakat sebagai bagian dari Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM).

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga, Gusti Ngurah Kartika menyapaikan, peserta parade budaya berjumlah 8 Ribu orang yang terdiri dari siswa, guru, pegawai dan pengawas se-Kabupaten Karangasem. “Parade Budaya bertujuan guna memupuk kecintaan siswa terhadap kearifan budaya lokak menuju generasi yang berkarakter. Sementara perlombaan bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga pendidik sehingga mampu berprestasi dan melaksanakan tugas secara profesional. ***Nuansabali.com/Hms.

Facebook Comments