Akhirnya, Dr Ir Gede Sedana MSc., MMA.,  Dipercaya Pimpin Undwi Masa Bakti 2019-2023

Akhirnya, Dr Ir Gede Sedana MSc., MMA., Dipercaya Pimpin Undwi Masa Bakti 2019-2023

Akhirnya, Dr Ir Gede Sedana MSc., MMA.,

Dipercaya Pimpin Undwi Masa Bakti 2019-2023

 

Denpasar (Nuansa Bali).

Setelah melalui pemilihan secara aklamasi lewat musyawarah mufakat melalui rapat Senat yang berlangsung di Ruang Rektor Undwi, Jalan Kamboja Denpasar, Rabu (10/4). Akhirnya Dr Ir Gede Sedana MSc MMA, berhasil memenangkan tarung head to head melawan Dr Ir I Gusti Ngurah Tri Adiputra MT dalam perebutan kursi Rektor Undwi 2019-2023. Dr Ir Gede Sedana sendiri merupakan Dekan Fakultas Pertanian Universitas Dwijendra (Undwi).

 

Akademisi asal Singaraja, Buleleng ini terpilih secara aklamasi lewat musyawarah mufakat melalui rapat senat yang dihadiri 12 anggota. Dr Ir Gede Sedana dipilih secara aklamasi menjadi Rektor Undwi 2019-2023 dengan berbagai pertimbangan di antaranya; selain visi misi dan program kerja, juga pengalaman baik di tingkat nasional maupun internasional. Pertimbangan ini pun diterima dengan legowo oleh rivalnya, Dr Ir IGN Tri Adiputra MT, dosen Fakultas Teknik yang mantan Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit) Undwi. Dalam keterangan persnya usai pemilihan tersebut, Dr Ir Gede Sedana mengaku ikut bertarung dalam pemilihan rektor kali ini karena semata-mata ingin mengabdikan dirinya berjuang membangun Undwi yang lebih maju. Apalagi, pemilihan Rektor Undwi kali ini adalah kali pertama dilakukan secara demokratis.

“Saya ingin membawa visi besar dalam kepemimpinannya, yakni mewujudkan Universitas Dwijendra yang berdaya saing dengan tetap berlandaskan nilai-nilai kebudayaan dan kesusastraan sesuai dengan visi Yayasan Dwijendra saat didirikan tahun 1953,” ujar akademisi kelahiran Singaraja, 1 Desember 1964 ini. Lebih jauh Gede Sedana menjabarkan misi yang dimaksud antara lain, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu dan berlandaskan etika akademik. Di sisi lain, perlu juga mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui penelitian untuk membentuk sarjana yang mandiri, kritis, dan analitis.

“PR besar yang harus saya kerjakan di awal kepemimpinan ini adalah berupaya memulihkan citra positif kampus Undwi. Dimana seperti diketahui, akhir tahun 2018 sempat terjadi kisruh internal hingga berimbas pada demo mahasiswa. Kami akan banyak melakukan kegiatan di masyarakat.
Selain pengabdian di masyarakat, di ranah digital sangat penting untuk mengoptimalkan website kampus, sebagai upaya membangun citra positif. Websitenya akan lebih diperbaharui dengan menambahkan konten-konten, sehingga masyarakat bisa mendapat lebih banyak informasi mengenai Undwi,” tegasnya.

Di sisi lain, konsolidasi internal untuk pengelolaan universitas juga menjadi prioritasnya dalam jangka pendek, untuk membangun Undwi. Hal ini akibat kisruh internal yang sempat mengakibatkan ada perpecahan ke dalam. “Sejak bulan lalu kami sudah mulai rangkul semuanya. Bahkan, kami sudah duduk bersama tadi (kemarin, red). Saya yakin Universitas Dwijendra akan semakin dipercaya masyarakat. Terlebih lagi, didukung oleh soliditas yang kuat di tingkat universitas dan yayasan selaku badan penyelenggara pendidikan,” tandas Dr Sedana.

Untuk memperbaiki citra Undwi, kami juga akan intens menjalin hubungan dengan alumni dan stakeholder lainnya, sekaligus meningkatkan kerjasama. Konsolidasi internal untuk pengelolaan universitas juga menjadi prioritasnya dalam jangka pendek. “Saya yakin Universitas Dwijendra akan semakin dipercaya masyarakat. Terlebih lagi, didukung oleh soliditas yang kuat di tingkat universitas dan Yayasan Dwijendra sebagai badan penyelenggara pendidikan. Untuk itu saya berharap semua komponen bersatu padu dalam mewujudkan cita-cita bersama yakni menjadikan Universitas Dwijendra yang maju, berkualitas, bermartabat, berjaya, serta senantiasa menjadi kepercayaan masyarakat,” katanya.  *** MNB-Tim.

 

 

 

Facebook Comments