PERAYAAN HARI PERDAMAIAN SEDUNIA

News

Hari Perdamaian Sedunia

Dirayakan Lewat Festival Film Perdamaian

 Perayaan Hari Perdamaian Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 September dirayakan di Bali, tepatnya di Ballroom Banjar, Kutabex-Kuta Heritage Hotel-Kuta Bali, Jumat 21 September 2018. Festival film perdamaian terbesar; International Film Festival for Peace, Inspiration and Equality (IFFPIE) merupakan acara utama dari perayaan ini. Acara sukses dengan banyaknya tamu hadirin. Semua berkumpul untuk membicarakan dan merayakan perdamaian dan berharap bahwa dunia akan mengikuti. Bali dipilih sebagai tempat acara ini diselenggarakan dikarenakan Bali kaya akan keberagaman adat-istiadat, seni, dan budaya yang hingga kini tetap terjaga dengan baik.

Dalam pidato sambutannya, Damien Dematra selaku founder dan director dari festival berskala internasional tersebut mengatakan, Festival film ini didedikasikan untuk semua pembuat perdamaian di luar sana. “Saya harap festival ini dapat maju dan terus mempromosikan misi utamanya yaitu perdamaian,” katanya seraya menambahkan bahwa sampai saat ini festival telah berlangsung selama 8 tahun dan tema yang diangkat seputar perdamaian, kesetaraan, dan inspirasi.

Festival ini lanjut Damien Dematra telah memberikan penghargaan kepada nama-nama besar seperti Leonardo Dicaprio, John Hume, Adolfo Pérez E; Peraih Nobel Perdamaian, Presiden ke-42 Amerika Serikat; Bill Clinton, Presiden ke-39 Amerika Serikat; Jimmy Carter, Perdana Meneri Inggris; John Major and Perdana Menteri Inggris; Tony Blair. Tahun ini, Napat Tangsanga dari Thailand dan Yasushi Uluichi dari Japan ikut menghadiri perayaan ini.

Ketua Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara; Sri Anglung Prabu Punta Djajanagara Cakrabuana Girinata dalam pidato pembukaannya mengatakan, bahwasannya dunia saat ini diwarnai berbagai kebencian. Untuk itu pihaknya sangat mengharapkan kegiatan semacam ini mampu menggugah sekaligus menyadarkan orang-orang untuk peduli, baik dengan sesama maupun terhadap kedamaian bumi ini.

”Melalui kegiatan ini saya berharap orang-orang akan lebih peduli kepada sesama dan lebih banyak melakukan perdamaian di Bumi. Mengingat belakangan ini dunia diwarnai dengan berbagai kebencian. Semoga kegiatan ini mampu menyadarkan kita semua, betapa pentingnya nilai perdamaian itu bagi keberlangsungan hidup dan kehidupan di dunia ini,” ujar Sri Anglung Prabu Punta Djajanagara Cakrabuana Girinata yang dikenal ramah dan bersahaja itu.

Tema tahun ini menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa adalah “The Right to Peace – The Universal Declaration of Human Rights at 70.” (Hak dari Perdamaian – Deklarasi Universal untuk Hak Asasi Manusia di tahun ke 70.) Sekretaris Jenderal dari PBB; António Guterres dikutip dari PBB mengatakan, bahwasannya sudah waktunya bagi semua bangsa dan semua orang untuk hidup dalam kata-kata yang tertulis dalam Deklarasi Universal HAM, yang mengakui martabat yang melekat dan hak yang sama yang tidak dapat dicabut dari semua anggota umat manusia. Tahun ini menandai ulang tahun ke-70 dari dokumen bersejarah ini.

Acara ini juga dihadiri oleh Kanjeng Ratu Dinar Retno Djenoli dari Keraton Amarta Bumi, Haji Andi Abdul Rauf Maro Daeng Marewa dan Permaisuri Fatma Irwan dari Kesultanan Tallo, Makassar, Sultan Banten Bambang Wisangeni, Ratu Enong Mandala, Sultan Indra Osman, Ratu Triliyantih Osman, Ir. KPH Randi Indra Syahdan, Putri Prully Yandra, Pangeran Rachman Verry Endi dari Kesultanan Indrapura, Sumatera Barat, I Gusti Ayu Rai, Anak Agung Putra Dharma Nuraga dari Puri Pemecutan, Resi Yogma, Ratu Yustina dari Kerajaan Sekardalu; Madura, Ratu Maya Damayati Yasadar Alam dari Kerajaan Bacan, Jero Penyarikan Artawan dan Jero Penyarikan Martini dari Desa Songan, Kintamani Bangli, serta undangan lainnya.  *** MNB-09.

Facebook Comments